Jumat, 04 Maret 2011

Serpihan Rindu

Oleh : Noni Haritsya

Apa kabar sahabat?

angin membisikkan lagu rindu padaku
mungkin aku yang terlalu mengenangmu
mendekap bayangmu sembari mengukir
ujung rindu yang membelenggu hatiku

Seperti apa wajahmu kini
masihkah seperti dulu berhias senyum lugu
aku ta' tahu tapi aku mengingatmu
mengingat hari-hari yang telah kita lewati
meski kini yang tersisa hanya rintihan sepi


Lautan biru berombak menghantarkan puisi rindu
hingga sampailah untaian jemariku pada layarmu
meski ntah bagaimana jawabmu
tapi inilah isi hatiku biar kuurai padamu

Ada debar dalam dadaku
ketika kupandang gumpalan awan di langit biru
sejauh itukah antara kau dan aku
hingga sapaku terkadang ta' terbalas olehmu
karena terhalang awan yang mulai menghitam

Mungkin rasa ta' lagi seperti dulu
mungkin ikatan tlah terurai waktu
sampai ta' ada lagi bisik lirih dari hati
sekedar bertanya apa kabarmu di sana

Ta' pernah lagi ada waktu tu' saling bercerita
bagaimana cantiknya melukis hari
pada kanvas berwarna pelangi
mungkin kita juga tlah lupa
betapa hangatnya saling menggenggam jemari
ntahlah,tapi mungkin ini salahku

Sahabat
jika ini sapa pembukaku
kutitipkan ribuan haturan ma'afku
pada kicau burung yang terdengar sendu
kuselipkan jutaan rasa sesalku
pada selah-selah jemari sang dewi hari
atas salah yang membekas lara
atas kata yang menggores luka
ma'af sahabat... aku ta' pernah memahamimu

tapi
jika ini adalah sapa penghujungku
bolehkah aku pinta padamu
bisikan pada angin
katakan pada langit
beritahukan pada gemericik air
sampaikan pada pucuk-pucuk dedaunan
agar terdengar olehku seberapa berartinya aku di matamu

Sahabat
sungguh dalamnya rinduku sedalam artimu di hatiku
 

Blogs & Web

Cerita Lucu

Unik

Cerita Hikmah

Religi

Kumpulan Artikel Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template